Sesal Lagi

Heh!
Terjadi lagi...

Aku tahu orang ini juga sudah mulai meredam jenuh terhadap kata-kata ku. meredam bosan dengan setiap sikapku.. Namun apa dayaku aku tak bermaksud seperti itu namun itulah aku, seseorang yang tidak tahu harus berbuat apa untuk mengisi kemonoan disekitarnya selain dengan bercerita.. di awal cerita aku takkan sadar bahwa aku telah melanggar aturan yang yang telah ku prakarsai sendiri.. sebelum bercerita ribuan kali telah ku katakan, telah ku tanamkan pada diri, kata-kata 'jangan cerita, jangan bercerita, jangan katakan tentang itu' tapi apa... seperti kerasukan ketika ku melihat peluang untuk bercerita, ketika hati mengambil jeda untuk beristirahat maka "wwwwwwwlllaaaaaahahhahahawhaaaadggdkdgfjfsgfgsjfgskdafjsgf phufhhh" cerita itu mengalir begitu saja dan diakhir cerita yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan, yang tersisa hanyalah sakit hati pada diri sendiri. jujur saja sedikitpun tak ada niat untuk menceritakan semuanya tapi sesuatu dalam diri menarik cerita itu keluar begitu saja, tanpa ajakan tanpa paksaan, berlalu begitu saja,, heh..!

Sejujurnya aku tidak keberatan membagi cerita cerita ini pada dirinya, pada seorang 'Rose' karena aku percaya RoseKu takkan membagi kembali cerita ini, lalu masalahnya apa?? masalahnya hanyalah perasaan takut perasaan cemas dan waswas akan sikap ku sendiri, aku tahu setiap kali aku bercerita, tidak setiap kali ia tertarik untuk mendengarkannya, kadang-kadang raut terpaksa tertera diwajahnya, aku tahu mungkin di hati ia berkata "apo lah kecek paja ko ha, mamakak seh" aku tahu itu, dan itu lah yang sebenarnya aku takutkan, aku takut ia bosan aku takut ia jenuh dan kemudian menjauh... hanya itu yang aku takutkan.. di luar dari itu aku tak mencemaskan apa-apa, karena aku percaya dia takkan kembali bercerita, tidak tahu mengapa.. aku hanya percaya.. dan yang aku juga tidak tahu bagaimana cara menghentikan cerita-cerita bodoh itu keluar dari mulutku.. aku benar-benar tidak tahu, dan aku benar-benar takut ia jenuh.

Aku juga sadar diri, pikiran dan hati ku sering menasehatiku katanya "tapi sudahlah jika ia jenuh dan bosan dan kemudian beranjak pergi bukankah itu berarti ia sudah tidak senang lagi, atau dengan kata lain ia tidak berteman dengan sisi burukmu ia hanya berteman dengan sisi baikmu,, jadi ya sudahlah, itu artinya dia tidak benar-benar ingin berteman denganmu, jadi buat apa kamu maksa-maksa, betul??" aku tahu kata-kata ato nasehat itu sepenuhnya betul tapi... apa ya... ada sesuatu yang tidak bisa ku mengerti disini entah kenapa ada rasa tersiksa di dalam diri jika aku mengetahui seseorang  membenciku, meskipun hal itu sangatlah wajar mengingat dan menimbang aku bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kelebihan apa-apa.. hanya orang biasa, malahan terlalu biasa.. tapi tetap saja rasanya berbeda,, ntah itu sakit atau hanya sekedar tidak puas, tidak percaya, tidak bisa terima, aku tak mampu mendeskripsikannya, yang jelas.. rasanya berbeda dan yang pasti rasa itu buakanlah suatu rasa yang menyenangkan... hanya itu yang aku tahu..

Lalu pa yang bisa ku lakukan?? jika berada disekitarnya.. diam?? tak melakukan apa?? heh....... itu bukan diriku.. tapi.. itu juga patut untuk di coba.. dari pada membuat orang tidak senang dengan kita.... betul ??? heh..
Ganbate..

0 komentar:

Poskan Komentar